Kamis, 23 Mei 2013

MORFOLOGI DAUN



Bangun (Bentuk) Daun (Circumscriptio)

Dalam menentukan bentuk daun, toreh-toreh atau lekuk-lekuk daun harus dianggap tidak ada. Bentuk daun digolongkan berdasarkan letak bagiannya yang trlebar. Berdasarkan bentuk daun yang terlebar, bentuk daun digolongkan menjadi:

1. Bagian yang terlebar terdapat kira-kira di tengah-tengah helaian daun.
2. Bagian yang terlebar terdapat di bawah tengah-tengah helaian daun.
3. Bagian yang terlebar terdapat di tas tengah-tengah helaian daun.
4. Tidak ada bagia yang terlebar, artinya helaian daun dari pangkal ke ujung dapat dikatakan sama bagiannya.

1. Bagian yang Terlebar Berada di Tengah-tengah Helaian Daun Dapat dibedakan ke dalam:

a. Bulat/bundar(orbicularis), jika panjang:lebar = 1:1. Contoh: Victoria regia, Nelumbium nelumbo Druce.
b. Bangun perisai(peltatus). Daun yang biasanya bangun bulat, mempunyai tangkai daun yang tidak tertanam pada pangkal daun. Melainkan pada bagian tengah helai daun, contoh : teratai besar dan daun jarak.
c. Jorong (ovalis atau ellipticus), yaitu jika perbandingan panjang : lebar = 11/2 – 2 : 1, contoh: Ar.torcapus intergra Merr. Dan Calophyllum ino-phyllum L..
d. Memanjang (oblongus) yaitu jika pabjang : lebar =21/2 – 3 :1. Contoh Annona squamosa L. Annona muricata L.
e. Bangun lanset (lanceolatus). Jika panjang : lebar =3-5 :1, contoh Plumiera acumiata Ait. Nerium oleander.
           Namun, setiap daun ada yang tidak sesuai dengan kelima kemungkinan di atas. Selalu ada kemungkinan bentu-bentuk peralihan. Misal, bangunnya di antara bangun jorong dan memanjang, maka dikatakan memiliki bangun jorong memanjang(Elliptico oblongus)

2. Bagian yang Terlebar Terdapat di Bawah Tengah-tengah Helaian Daun.  Dapat dibedakan ke dalam:
A. Pangkal daunnya tidak bertoreh.
     a. Bangun bulat telur (ovatus), contoh: daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.).
     b. Angun segitiga (triangularis), yaitu bangun seperti segitiga sama kaki, contoh : MIrabillis jalapa L.
     c. Bangn delta (deltoideus), yaitu bangu segitiga yang sama ketiga sisinya. Contoh : Antigononleptopus Hook. Et Arn..
    d. Bangun belah ketupat (rhomboideus), yaitu bangun segi empat yang sisinya tidak sama panjang, contoh : anak daun yang di ujung pada daun bangkuwang(Pachyrrhizus erosus Urb.)
B. Pangkal daun yang bertoreh atau berlekuk

    a. Bangun jantug(cordatus), yaitu bangun seperti bulat telur. Tetapi pangkal daun memperlihatkan suatu lekukan, misalnya daun waru (Hibiscus tiliaceus L.).
    b. Bangun ginjal atau kerinjal (reniformis)yaitu daun pendek, lebar dengan ujug yang tumpulatau membulat dan pengkal yang berlekuk dangkal, misalnya daun prgagan atau daun kaki kuda (Centella asiatica Urb.)
    c. Bangun anak panah (sagittatus). Dun tak seberapa lebar, ujung tajam, pangkal dengan lekukan yang lancip, demikian juga dengan bagian pangkal daun di kiri dan kanan lekukannya, misalnya pada daun enceng(Sagittaria sagittifolia L.)
   d. Bangun tombak (hastatus), seperti bangun anak panah, tetapi bagian pangkal daun di kanan kiri tangkai mendatar, misalnya daun wewehan (Monochoria hastate Solms.).
   e. Bertelinga (auriculatus), seperti bangun tombak tetapi pangkal daun di kanan kiri tangkai membulat, misalnya daun tempuyung (Sonchus asper Vill.)
3. Bagian Terlebar terdapat di Atas Tengah-tengah Helaian Daun  Kemungkinan yang dapat ditemui adalah:
    a. Bangun bulat telur sungsang (obovatus) yaitu seperti bulat telur tetapi bagian yang lebar terdapat fekat ujung daun, misalnya daun sawo kecik (Manilkara kauki Dub.),
    b. Bangun jantung sungsang (obcordatus) misalnya daun sidaguri( Sida retusa L.),
    c. Bangun segitiga terbalik atau bangun pasak (cuneatus) misalnya anak daun semanggi (Marsilea crenata Pres1.),
    d. Bangun sudip atau bangun spatel atau solet (spatulatus) seperti bangun bulat telur terbalik, tetapi bagian bawahnya memanjang misalnya daun tapak liman (Elephantopus scaber L.), dauun lobak ( Raphanus sativus L.),

4. Tidak Ada Bagian yang Terlebar Atau Dari Pangkal Sampai Ujung Hampir Sama Lebar Dalam golongan ini termasuk daun-daun tumbuhan yang biasanya sempit atau lebarnya jauh berbeda jika dibandingkan dengan panjang daun
    a. Bangun garis (linearis), pada penampang melintangnya pipih dan daun amat panjang misalnya Dun bermacam macam rumput (gramineae)
   b. Bangun pita (ligulatus) serupa daun bangun garis tetapi lebih panjang lagi, juga didapati pada jenis-jenis rumput, misalnya daun jagung ( Zea mays L.),
   c. Bangun pedang (Ensifornis) seperti bangn garis tetapi daun tebal dibagian tengah dan tipis dibagian dua tepinya, misalnya daun nanas sebrang ( Agave sisalana Perr. Agave cantala Roxb.),
   d. Bangun paku atau dabus (subulatus) bentuk daun hamper sama seperti silinder, ujung runcing, seluruh bagian kaku, misalnya daun (Araucaria cunninghamii Ait.),
   e. Bangun jarum (acerosus) serupa bangun paku, lebih kecil dan meruncing panjang, misalnya daun Pinus merkusii Jungh. & de Vr.

        Lepas dari ada atau tidaknya sifat heterofili/ anisofili paada suatu jenis tumbuhan, bahwa persamaan bentuk daun-daun pada suatu jenis tumbuhan hanya merupakan kesan sepintas lalu saja karena jika diteliti dengan seksama bentuk daun dalam satu pohon akan memperlihatkan variasi misalnya dari yang memanjang dengan bentuk peralihannya sampai bentuk landset, dll.
Ujung Daun

          Ujung daun dapat pula memperlihatkan bentuk yang beraneka ragam. Bentuk-bentuk ujung daun yang sering dijumpai adalah :

a. Runcing (acutus) jika kedua tepi daun di kanan kiri ibu tulang sedikit demi sedikit menuju keatas dan pertemuannya pada puncak Daun membentuk suatu sdut lancip (lebih kecil ari 90o ). Ujung daun yang runcing lazim kita dapat pada daun-daun bangun : bulat memanjang, landset, segitiga, delta, belah ketupat. Sebagai contoh ujung daun oleander ( Nerium oleander L.),
b. Meruncing (acuminatus) seperti pada ujung yang runcing tetapi tititk temuan kedua tepi daunnya lebih tinggi dari dugaan, hingga ujung daun Nampak sempit panjang dan runcing misalnya ujung daun sirsak (Annona muricata L.),
c. Tumpul (optusus) tepi daun yang semula masih agak jauh dari ibu tulang, cepat menuju kesuatu titik pertemuan, hingga terbentuk sudut yang tumpul (lebih besar dari 90o ), sering kita jumpai pada daun bangun bulat telur terbalik atau bangun sudip misalnya ujung daun sawo kecik (Manilkara kauki Dub.),
d. Membulat (rotundatus), seperti pada ujung yang tumpul,tetapi tidak terdapat sudut sama sekali, hingga ujung daun merupakan semacam suatu busur, terdapat pada daun yang bulat atau jorong, atau pada daun bangun ginjal, misalnya ujung daun kaki kuda (Centella asiatica Urb.),
e. Rompang (truncates), ujung daun sebagai garis yang rata, misalnya ujung anak daun semanggi (Marsilea crenata)
f. Terbelah (retutus) ujung daun justru memperlihatkan suatu lekukan, kadang-kadang amat jelas, misalnya ujung daun sidugari (Sida retusa L.), kadang-kadang terbelahnya ujung hanya akan kelihatan jelas jika diadakan pemeriksaan yang teliti, seperti ujung daun bayam (Amaranthus hybridus L.),
g. Berduri (mucronatus) yaitu jika ujung daun ditutup dalam suatu bagian yang runcing keras, merupakan suatu durimisalnya ujung daun nenas sebrang (Agave sp.),

Tepi daun dengan toreh yang merdeka
             Tepi daun dengan toreh yang merdeka banyak pula ragamnya. Toreh-toreh tadiseringkali amat dangkal dan kurang jelas, sehinggea sukar untk dikenal. Yang sering kita jumpai ialah tepi daun yang dinamakan :
        a. Bergerigi (serratus), yaitu jika sinus dan angulus sama lancipnya, misalnya daun lantana (Lantana camara L.). Selanjutnya untuk melengkapi keterangan mengenai sifat toreh ini, dapat pula ditambahkan kata-kata yang bertalian dengan besar kecilnya sinus dan angulusnya, misalnya : bergerigi halus, bergerigi kasar, dst.
        b. Bergerigi ganda atau rangkap (biserratus), yaitu tepi daun seperti yang diatas, tetapi angulusnya cukup besar, dn tepinya bergerigi lagi,
        c. Bergigi (dentatus) jika sinus tumpul sedang angulusnya lancip, misalnya daun beluntas (Pluchea Indica Less.),
        d. Beringgit (crenatus), kebalikannya bergigi jadi sinusnya tajam dan angulusnya yang tumpul, misalnya daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata Pers.),
        e. Berombak (repandus), jika sinus dan angulusnya sama-sama tumpul, misalnya daun air mata pengantin (Antingonon leptopus Hook et Arn.),

Tepi daun dengan toreh-toreh mempengaruhi bentuknya
           Jika toreh-toreh daun besar dan dalam, bangun daun akan terperoleh olehnya, sehingga bangun aseli tidak lagi tampak. Toreh-toreh yang besar dan dalam itu biasanya terdapat diantara tulang-tulang yang besar atau diantara tulang-tulang bercabang. Jika daun amat besar atau lebar, misalnya daun papaya, bagian daun diantara toreh-toreh yang besar dan dalam itu dapat bertoreh-toreh lagi, sehingga makin tidak kentaralah bangun aseli daunnya.

Berdasarkan dalamnya toreh-toreh itu, tepi daun dapat dibedakan dalam yang :
         a. berlekuk (lobatus), yaitu jika dalamnya toreh kurang daripada setengah panjangnya tulang-tulang yang terdapat di kanan kirinya,
         b. bercangap (fissus), jika dalamnya toreh kurang lebih sampai tengah-tengah panjang tulang-tulang daun dikanan kirinya,
         c. berbagi (partitus), jika dalamnya toreh melebihi setengah panjangnya tulang-tulang daun di kanan-kirinya.
      
Karena seperti telah dikemukakan letak toreh-toreh ini bergantung pada susunan tulang-tulang daun, maka sebutan untuk mencandra tepi daun yang bertoreh dalam dan besar ini, selalu merupakan kombinasi antara sifat torehnya dengan susunan tulang-tulang daun yang bersangkutan, hingga dengan demikian dapat dibedakan daun-daun dengann tepi seperti berikut :
a. berlekuk menyirip (pinnatilobus), jika tepi berlikuk mengikuti susunan tulang daun yang menyirip. Misalnya daun terong (Solanum melongena L.),
b. bercangap menyirip (pinnatifidus), tepi bercangap, sedang daunnya mempunyai susunan tulang yang menyirip, misalnya daun keluwih (Artocarpus communis Forst.),
c. berbagi menyirip (pinnatipartitus), tepi berbagi dengan susunan tulang yang menyirip, misalnya daun kenikir (Cosmos caudatus M. B. K) dan sukun (Artocarpus communis Forst.),
d. berlekuk menjari (palmatilobus). Tepi berlekuk, susunan tulang menjari, misalnya daun jarak pagar (Jatropha curcas L.), kapas (Gossypium sp.),
e. bercangap menjari (palmatifidus), jika tepinya bercangap, sedang susunan tulangnya menjari, misalnya daun jarak (Ricinus commuunis L.),
f. berbagi menjari (palmatipartitus), yaitu jika tepi berbagi sedang daunnya mempunyai susunan tulang yang menjari, misalnya daun ketela pohon (Manihot utilissima Pohl.)

Daging Daun (Intervenium)
            Daging daun adalah bagian daun yang terdapat di antara tulang-tulang daun dan urat-urat daun. Bagian inilah yang merupakan dapur tumbuhan. Di bagian ini zat-zat yang diambil dari luar diubah dijadikan zat-zat yang sesuai dengan keperluan tumbuhan tersebut.
            Tebal atau tipisnya helaian daun, pada hakekatnya juga bergantung pada tebal tipisnya daging daun. Bertalian dengan sifat ini dibedakan daun yang:

a. tipis seperti selaput, misalnya dan paku selaput ( Hymenophyllum austral Wlld.),
b. seperti kertas, tipis tetapi cukup tegar, misalnya daun pisang (Musa paradisia L.),
c. tipis lunak, misalnya daunslada air(Nasturtium officinale R. Br.),
d. seperti perkamen, tipis tetapi cukup kaku, misalnya daun kelapa (Cocus nucifera L.),
e. seperti kulit/belulang, yaitu jika helaian daun tebal dan kaku, misalnya daunn nyamplung ( Calophyllum inophyllum L.),
f. berdaging, yaitu jika tebal dan berair, misalnya daun lidah buaya (Aloe sp.),

Warna Daun
           Walaupun umum telah maklum, bahwa daun itu berwna hijau namun tidak jarang pula kita menjumpai daun yang tak berwarna hijau. Lagipula wrna hijau dapat memperlihatkan banyak variasi atau nuansa. Sebagai contoh antara lain dapat disebut daun yang berwarna :
1. merah, misalnya daun bunga buntut bajing(Acalypha wilkesiana)
2. hijau bercampur atau tertutup warna merah, misalnya bermacam-macam daun puring (Codiaeum variegatum)
3. hijau tua, misalnya daun nyamplung (Colophyllum inophyllum)
4. hijau kekuningan, misalnya daun tanaman guni (Corchoru capsularis)
Permukaan Daun
            Permukaan daun dapat dibedakan menjadi
  1. Licin 
  2. Mengkilat, contoh: Coffea Robusta 
  3. Suram, contoh: Ipomoea batatas 
  4. Berselaput lilin, contoh: Musa paradisiaca 
  5. Gundul, contoh: Eugenia hybrida 
  6. Kasap, contoh: Tectona grandis 
  7. Berkerut, contoh: Psidium guajava 
  8. Berbingkul-bingkul, contoh: Antigonon leptopopus 
  9. Berbulu, contoh: Nicotiana tabacum 
  10. Berbulu Halus Rapat 
  11. Berbulu Kasar, contoh: Dioscorea hispida 
  12. Bersisik, contoh: Durio zibethinus.
Poskan Komentar